Berita

Omnibus Law RUU Ciptaker Dinilai Masyarakat Bisa Kurangi Pengangguran

Jakarta : Sebanyak 22,4 persen masyarakat sudah pernah mendengar atau memahami soal Omnibus Lawa atau Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker).

Di tengah pro dan kontra RUU Ciptaker Omnibus Law, ternyata masyarakat punya penilaian lain juga.

Masyarakat ada yang menilai, kehadiran Omnibus Law atau RUU Ciptaker ikut mengurangi pengangguran, membantu menyediakan atau membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

 

“Masyarakat yang menilai RUU Ciptaker atau Omnibus Law mengurangi pengangguran sebanyak 12,5 persen, membuka lapangan pekerjaan 11,4 persen, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja 5,7 persen,” ujar Peneliti Utama Puslitbang Diklat LPP RRI, Muhammad Qodari, dalam rilis hasil survei terbaru di National Integrated Newsroom Radio Republik Indonesia, Sabtu (29/2/2020).

Bahkan masyarakat paling besar menilai bahwa Omnibus Law memberikan jaminan jika mereka nantinya kehilangan pekerjaan.

“Masyarakat paling menyatakan Omnibus Law RUU Ciptaker karena memberikan Jaminan (jika) kehilangan pekerjaan sebesar 33,0 persen,” sambung Qodari.

Metodologi survei yang digunakan dengan mengambil sample dari 5 (lima) provinsi di Indonesia yaitu : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Dimana kelima provinsi tersebut setara dengan 55 persen populasi nasional.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah quota & purposive sampling. Jumlah sampel sebesar 400 responden tersebar secara proporsional. Dengan margin of error sebesar ± 4.90 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah yang bertempat tinggal di wilayah survei.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon seluler menggunakan kuesioner. Data telepon seluler responden diambil secara acak dari no telp seluler responden hasil survei nasional, survei pileg, survei pilkada dan quick count di setiap wilayahnya di masa sebelumnya.

Waktu pengumpulan data Tanggal 20 – 25 Februari 2020.

Sumber : RRI.co.id

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita